Sunday, June 21, 2009

Pertanian - Geografi SMP Kelas VII

Pertanian
(dikutip dari dan di-link ke: http://www.e-dukasi.net/)

Dalam arti yang luas pertanian adalah segala kegiatan manusia yang meliputi kegiatan bercocok tanam, perikanan, peternakan dan kehutanan. Pekarangan adalah bentuk pertanian dengan memanfaatkan pekarangan/ halaman sekitar rumah. ...

[Download]


Kompetensi
Setelah mempelajari materi ini, siswa dapat:
1. Menyebutkan definisi pertanian
2. Menjelaskan bentuk-bentuk pertanian di Indonesia
3. Menyebutkan hasil-hasil pertanian
4. Menyebutkan usaha-usaha dalam meningkatkan hasil produksi pertanian.

Materi
01. Definisi Pertanian
02. Bentuk-bentuk Pertanian
03. Hasil-hasil Pertanian
03.a. Tanaman Pangan
03.b. Tanaman Perdagangan
04. Usaha-usaha Meningkatkan Hasil Pertanian

05. Latihan
06. Tes


01. Definisi Pertanian

Dalam arti yang sempit pertanian adalah suatu kegiatan bercocok tanam.

Dalam arti yang luas pertanian adalah segala kegiatan manusia yang meliputi kegiatan bercocok tanam, perikanan, peternakan dan kehutanan.


cocok tanam


perikanan


peternakan


kehutanan



02. Bentuk-bentuk Pertanian

A. Sawah

Sawah adalah bentuk pertanian lahan basah karena menggunakan banyak air dalam kegiatan pertaniannya terutama pada awal kegiatan penanaman.

Macam-macam sawah di Indonesia :

  • Sawah Irigasi, adalah sawah dengan pengairan yang teratur
  • Sawah Lebak, adalah sawah yang terletak pada dataran banjir
  • Sawah Tadah hujan, adalah sawah yang pengairannya dari air hujan
  • Sawah Pasang Surut, adalah sawah yang terletak di muara sungai/tepi pantai.

B. Tegalan

tegalan

Tegalan adalah lahan kering yang ditanami dengan tanaman musiman atau tahunan, seperti padi ladang, palawija, dan holtikultura. Tegalan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah.

Tegalan sangat tergantung pada turunnya air hujan. Tegalan biasanya diusahakan pada daerah yang belum mengenal sistem irigasi atau daerah yang tidak memungkinkan dibangun saluran irigasi. Permukaan tanah tegalan tidak selalu datar. Pada musim kemarau keadaan tanahnya terlalu kering sehingga tidak ditanami.

Tanaman utama di lahan tegalan adalah jagung, ketela pohon, kedelai, kacang tanah, dan jenis kacang-kacangan untuk sayur.

Tanaman padi yang ditanam pada tegalan hanya panen sekali dalam satu tahun dan disebut padi gogo. Selain itu tanah tegalan dapat ditanami kelapa, buah-buahan, bambu, dan pohon untuk kayu bakar. Cara bertani di lahan tegalan menggunakan sistem tumpangsari, yaitu dalam sebidang lahan pertanian ditanami bermacam-macam tanaman. Sistem tumpangsari sangat menguntungkan karena dapat mencegah terjadinya kegagalan panen.

C. Ladang Berpindah

ladang berpindah

Ladang Berpindah adalah kegiatan pertanian yang dilakukan dengan cara berpindah-pindah tempat. Ladang dibuat dengan cara membuka hutan atau semak belukar. Pohon atau semak yang telah ditebang/dibabat setelah kering kemudian dibakar. Setelah hujan tiba, ladang kemudian ditanami dan ditunggu sampai panen tiba. Setelah ditanami 3 – 4 kali, lahan kemudian ditinggalkan karena sudah tidak subur lagi.

Kejadian ini berlangsung terus menerus, setelah jangka waktu 10 - 20 tahun, para petani ladang kembali lagi ke ladang yang pertama kali mereka buka.

akibat ladang berpindah kebakaran hutan

Sistem ladang berpindah ini dapat mengakibatkan dampak negatif, diantaranya :

  • Mengurangi luas hutan
  • Kerusakan hutan,
  • Tanah menjadi tandus / lahan kritis
  • Tanah mudah tererosi,
  • Kebakaran hutan,
  • Pencemaran udara.
  • Banjir

D. Pekarangan

tanaman pekarangan rumah Pekarangan adalah bentuk pertanian dengan memanfaatkan pekarangan/ halaman sekitar rumah. Biasanya lahan pertanian pekarangan diberi batas/pagar. Jenis tanaman yang diusahakan pada lahan ini antara lain jagung, kedelai, kacang tanah, sayur-sayuran, kelapa dan buah-buahan.


03. Hasil-hasil Pertanian

03.a. Tanaman Pangan

Apakah bahan makanan pokok sebagian besar rakyat Indonesia ? Tahukah kamu dari mana asalnya bahan makanan pokok yang kamu konsumsi sehari-hari? Bahan makanan yang kita konsumsi sebagian besar berasal dari hasil pertanian.

Hasil-hasil pertanian terdiri atas:

a. Tanaman pangan seperti padi, jagung, ketela pohon, ubi jalar, kedelai dan kacang tanah
b. Tanaman perdagangan, seperti teh, tebu, kopi, karet, kelapa sawit, kelapa, kina,
cengkeh, kapas.

Untuk lebih mengetahui tentang hasil petanian tanaman pangan, kita akan membahasnya satu persatu.

1. Padi

tanaman padi

Padi (Oryza sativa sp.) adalah tanaman yang berasal dari Bangladesh. Dari tanaman padi dihasilkan beras, yang merupakan bahan makanan pokok sebagian besar rakyat Indonesia. Padi dapat tumbuh dengan baik di daerah panas dengan curah hujan yang tinggi.

Daerah utama penghasil padi di Indonesia adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.

musim panen padi

Dari tanaman padi dihasilkan beras, yang merupakan bahan makanan pokok sebahagian besar rakyat Indonesia. Padi dapat tumbuh dengan baik di daerah panas dengan curah hujan yang tinggi. Daerah utama penghasil padi di Indonesia adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.

2. Jagung

tanaman jagung

Jagung (Zea mays) adalah jenis tanaman padi-padian yang berasal dari Amerika. Tanaman jagung sampai ke Indonesia dibawa oleh orang-orang Spanyol. Jagung dapat tumbuh di daerah tropis maupun daerah sub tropis

Jagung ditanam di ladang, tegalan dan sawah pada musim kemarau. Kadang-kadang jagung juga ditanam sebagai tanaman sela/tumpangsari di lahan perkebunan. Jagung tumbuh sangat baik di daerah berketinggian 0-1500 meter di atas permukaan air laut.

Jagung merupakan bahan makanan pokok bagi sebahagian penduduk Nusa Tenggara Timur, Madura, dan Minahasa. Biji jagung yang sudah masak berwarna kuning atau ungu. Butir jagung dapat dibuat tepung atau pati jagung, yang disebut Maizena.Tongkolnya yang sangat muda dapat dimakan sebagai lalap, sayur, atau acar. Tanaman jagung yang masih muda juga sangat baik untuk makanan ternak.Daun pelindung tongkol yang sudah kering (kelobot) dapat digunakan untuk penggulung rokok atau pembungkus dodol.

berbagai jenis jagung

3. Ketela Pohon

ketela pohon

Ketela pohon (Manihot asculenta atau Manihot utilissima) disebut juga ubi kayu atau singkong. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan. Ketela pohon banyak ditanam di lahan kering dengan jenis tanah yang gembur. Tanaman ini dapat hidup di daerah-daerah dengan musim kering yang lunak hingga sangat kering. Pada dataran rendah, ketela pohon banyak ditanam pada ketinggian 0-4500 meter di atas permukaan laut.

Ketela pohon dimanfaatkan sebagai makanan pokok pengganti beras atau jagung, khususnya bagi penduduk di Kabupaten Gunung Kidul (Daerah Istimewa Yogyakarta).

Umbinya dapat dibuat tepung tapioka atau gaplek yang sebagian besar di ekspor ke Jepang. Selain itu umbinya dapat dibuat tape melalui proses peragian, tape di Jawa Barat dikenal dengan nama peuyeum.

Daunnya yang masih muda dapat dimakan sebagai lalap dengan direbus terlebih dahulu, atau dijadikan sayur.
Daerah penghasil ketela pohon di Indonesia adalah Jawa Timur, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.

4. Ubi Jalar

ubi jalar

Ubi jalar (Ipomoea batatas) adalah jenis tanaman semak yang berasal dari Hindia Barat. Tanaman ini sampai ke Indonesia dibawa oleh orang-orang Spanyol. Ubi jalar cocok ditanam di daerah ketinggian 0-2000 meter di atas permukaan air laut.

Ubi jalar disebut juga ketela rambat. Umbinya dapat dimakan dan merupakan makanan pokok penduduk Papua Bagian Tengah. Bagi penduduk daerah lain di Indonesia, ubi jalar merupakan tambahan. Daunnya juga dapat dimakan sebagai sayuran.
Daerah utama penghasil ubi jalar di Indonesia adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.

5. Kedelai

kedelai

Kedelai (Soya max) adalah tanaman semak yang termasuk jenis polong-polongan (kacang-kacangan). Kedelai banyak ditanam di daerah dengan ketinggian 5 – 1000 meter di atas permukaan laut. Kedelai ditanam di daerah kering, misalnya tegalan, ladang dan pekarangan. Kedelai juga ditanam di sawah pada musim kemarau sebagai palawija.

Kedelai merupakan salah satu sumber protein bagi penduduk Indonesia. Kedelai mengandung protein nabati dan sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.Jenis makanan yang terbuat dari kedelai adalah tahu, tempe, kecap, tauco, susu kedelai. Biji kedelai yang berkecambah juga dapat dijadikan bahan makanan yang kita kenal dengan nama tauge.

Daerah utama penghasil kedelai di Indonesia adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung dan Nusa Tenggara Barat.

6. Kacang Tanah

kacang tanah

Kacang tanah (Arachis hypogea) adalah tanaman yang berasal dari Brasil.Kacang tanah adalah tanaman palawija yang mengandung protein nabati. Kacang tanah banyak ditanam di tegalan, ladang dan pekarangan juga ditanam di sawah pada musim kemarau.

Biji kacang tanah dapat dibuat minyak goreng (minyak slada) atau dimanfaatkan untuk berbagai macam bumbu seperti bumbu rujak, bumbu gado-gado, bumbu pecel. Bungkil atau ampasnya dengan proses peragian dapat menghasilkan oncom yang dikenal dengan istilah dage di daerah Jawa Barat.



03.b. Tanaman Perdagangan

Beberapa hasil pertanian tanaman perdagangan diantaranya adalah :

1. Teh (Camelia sinensis)

memetik teh

Tanaman ini berasal dari Tiongkok (Cina). Jenis teh Cina terdesak oleh teh yang berasal dari daerah Assam (India) yang memiliki daun lebih lebar dan lebih lunak dari jenis teh Cina. Kualitas teh yang baik diperoleh dari pucuk teh yang belum merekah dan satu dua daun di bawahnya.

Adapun syarat-syarat tumbuh bagi tanaman teh adalah sebagai berikut :

  • Cocok tumbuh di daerah pegunungan yang sejuk dengan ketinggian 200 – 2000 meter di atas permukaan air laut, semakin tinggi daerah penanaman teh, kualitasnya semakin baik.
  • Tanah subur dan banyak curah hujan
  • Penyinaran matahari cukup

Daerah perkebunan teh terdapat di daerah Priangan (Jawa Barat), Jawa Tengah, Sumatera Barat, Bengkulu, Pematangsiantar, Jambi dan Sumatera Selatan.

Teh Indonesia diekspor ke Negara Amerika Serikat, Singapura, Pakistan, Inggris, Belanda, Jerman dan Australia.

2. Tebu (Saccarum officinarum)

tanaman tebu

Tanaman ini diperkirakan berasal dari India. Tebu termasuk jenis tanaman rumput yang kokoh dan kuat. Adapun syarat-syarat tumbuh tanaman tanaman tanaman tebu adalah:

  • Tumbuh di daerah dataran rendah yang kering. Iklim panas yang lembab dengan suhu antara 25ºC-28ºC
  • Curah hujan kurang dari 100 mm/tahun

Agar tanaman tebu mengandung kadar gula yang tinggi, harus diperhatikan musim tanamnya. Pada waktu masih muda tanaman tebu memerlukan banyak air dan ketika mulai tua memerlukan musim kemarau yang panjang. Tebu merupakan bahan pembuatan gula pasir.
Daerah penghasil tebu terutama di Jawa, Sumatera Selatan, Sumateran Barat, Lampung dan Nusa Tenggara

3. Kopi (Coffea)

tanaman kopi

Tanaman kopi merupakan jenis tanaman yang kukuh, kuat dan kaku. Tanaman kopi hidup subur di daerah pegunungan yang sejuk. Adapun syarat-syarat tumbuhnya tanaman kopi adalah sebagai berikut :

  • Tumbuh di daerah dengan ketinggian 10-1500 meter di atas permukaan air laut
  • Memerlukan banyak sinar matahari dan hujan
  • Dapat juga tumbuh di dataran rendah dan pegunungan
  • Tanahnya harus subur
  • Udara sejuk
menjemurbiji  kopi

Tanaman kopi pertama kali ditanam di Jawa pada tahun 1696, yaitu jenis kopi Arabika (Coffea arabica) berasal dari Ethiopia (Afrika Timur).

Tanaman kopi yang masuk ke Indonesia berikutnya adalah jenis kopi Liberika (Coffe liberica) yang berasal dari Afrika Barat, akan tetapi kedua jenis tanaman kopi tersebut daunnya terserang penyakit, kemudian dikembangkan tanaman kopi jenis robusta (Coffe canephora) yang berasal dari Afrika Barat.

Kopi jenis ini sekarang banyak ditanam di Jawa dan Sumatera. Tanaman kopi jenis robusta cocok tumbuh di daerah dengan ketinggian 10-800 meter di atas permukaan air laut, sedangkan kopi Arabika cocok ditanam di daerah ketinggian 300 – 1500 meter di atas permukaan laut. Oleh karena itu kopi robusta dapat tumbuh di daerah pegunungan maupun daerah dataran rendah. Sebaiknya kopi Arabika hanya dapat tumbuh di daerah pegunungan. Tanaman kopi Arabika masih banyak ditanam di daerah Bali, Sulawesi, beberapa daerah di Jawa Timur (misanya di Dataran Tinggi Ijen) dan Sumatera Utara.

Daerah perkebunan kopi terdapat di Priangan (Jawa Barat), Kediri, Malang, dan Besuki (Jawa Timur), Lampung, Palembang, dan Bengkulu (Sumatera) serta Sulawesi. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri kopi juga diekspor ke beberapa negara, yaitu: Amerika Serikat, Singapura, Jerman, Belanda, Perancis, Aljazair, Cina dan Jepang.

4. Karet

tanaman karet Jenis karet yang ada di Indonesia berasal dari Brasil, sehingga memiliki nama latin Havea brasiliensis.
Adapun syarat tumbuh tanaman karet adalah sebagai berikut:
  • Tumbuh di dataran rendah yang panas dengan suhu
  • Antara 25ºC - 27ºC
  • Hidup di daerah dengan hujan cukup banyak, yaitu paling sedikit 2000 mm/tahun.
menyadap karet

Karet dimanfaatkan getahnya, getah karet didapat dengan cara menyadap kulit batang tanaman karet. Getah karet disebut lateks. Lateks diolah menjadi lembaran karet, kemudian dikeringkan dengan cara diasap. Lembaran karet yang sudah dikeringkan dapat diperdagangkan.

Indonesia merupakan Negara penghasil karet nomor dua di dunia setelah Malaysia. Selain digunakan untuk keperluan industri di dalam negeri seperti industri ban, industri perlengkapan olah raga, industri sepatu dan alat-alat kesehatan, hasil perkebunan karet Indonesia juga di ekspor ke Amerika Serikat, Singapura, Rusia, Jepang dan beberapa Negara Eropa.

Daerah utama penghasil karet di Indonesia adalah pesisir timur Sumatera mulai dari Aceh sampai dengan Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, KalimantanTimur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat dan Jawa Timur.

5. Kelapa Sawit

tanaman kelapa sawit Tanaman kelapa sawit (Elaeis gunieensis) berasal dari Camerun (Afrika Barat). Kelapa sawit tumbuh subur di daerah dataran rendah yang beriklim tropis. Adapun syarat tumbuhnya adalah sebagai berikut:
  • Tanahnya subur dan gembur
  • Curah hujan cukup banyak dengan musim kemarau yang singkat
  • Suhu udara antara 24ºC-26ºC

Kelapa sawit menghasilkan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil) yang dimanfaatkan untuk membuat minyak goreng, margarine dan sabun.

Perkebunan kelapa sawit di Indonesia terdapat di Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Kelapa sawit Indonesia diekspor ke beberapa Negara antara lain Eropa Barat, Pakistan, Kenya Amerika Serikat dan Jepang.

6. Kelapa

pohon kelapa Pohon kelapa (Cococs nucifera) banyak dijumpai di seluruh Indonesia, terutama di daerah pantai, Hampir semua perkebunan kelapa diusahakan oleh rakyat. Adapun syarat-syarat tumbuh tanaman karet sebagai berikut :
  • Cocok tumbuh di daerah dengan ketinggian kurang dari 700 meter di atas permukaan laut
  • Tanahnya subur
  • Curah hujan cukup banyak, musim kemarau singkat
  • Suhu udara antara 24ºC-26ºC
mengeringkan kelapa untuk dijadikan kopra

Hampir semua bagian pohon kelapa dapat dimanfaatkan oleh manusia, diantaranya mengeringkan daging buahnya menjadi kopra (kelapa kering). Kopra merupakan bahan baku pembuatan minyak kelapa.

Daerah perkebunan kelapa terdapat di Sulawesi Utara (Minahasa, Sangir Talaud), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Nusa Tenggara, Jawa, dan Bali.

7. Kina

tanaman kina

Tanaman Kina (Cinchona) berasal dari Amerika Selatan dan masuk ke Indonesia pada tahun 1852. Tanaman kina tumbuh di pegunungan. Kina yang ditanam di Jawa adalah jenis Cinchona succirubra. Kulit batang pohon kina terasa pahit dan menghasilkan kinine yaitu obat anti malaria.

Dahulu pembudidayaan tanaman kina dilakukan oleh perkebunan-perkebunan orang eropa.
Perkebunan kina rakyat terdapat di daerah Priangan (Jawa Barat), Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat dan Papua.

Budidaya tanaman kina oleh rakyat biasanya dilakukan di tanah-tanah bekas perkebunan kopi milik pemerintah yang diserahkan kepada rakyat. Indonesia merupakan penghasil kina terbesar didunia.

8. Cengkeh

menjemur cengkeh

Tanaman cengkeh (Eugenia aromatica) merupakan tanaman asli Indonesia, berasal dari Maluku. Tanaman ini tumbuh subur di daerah pegunungan dan dataran rendah yang banyak curah hujan.
Cengkeh dimanfaatkan, antara lain sebagai rempah-rempah penyedap makanan, dan bahan campuran rokok kretek.

Minyak cengkeh yang dibuat dari tunas bunga yang dikeringkan dimanfaatkan untuk obat-obatan, khususnya obat sakit gigi.
Daerah penghasil cengkeh di Indonesia adalah Aceh, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Maluku.

Produksi cengkih Indonesia belum mencukupi untuk keperluan industri rokok kretek dalam negeri, oleh sebab itu masih mengimpor cengkih dari Zanzibar (Afrika Timur).

9. Kapas

pohon kapas

Tanaman kapas berasal dari India dan dibudidayakan untuk diambil seratnya. Serat kapas diolah menjadi benang, tekstil, karpet dan sebagainya.

Biji kapas dapat diolah menjadi minyak, bahan pembuat sabun, dan bahan kosmetika.
Untuk tumbuh dengan baik, kapas membutuhkan syarat tumbuh sebagai berikut:

  • Suhu udara antara 20ºC-30ºC
  • Dataran rendah, tanah subur, banyak air waktu tumbuh
  • Kering saat buah masak

Dataran penghasil kapas yang bermutu tinggi adalah kediri, dan Asembagus (Jawa Timur).
Pada saat ini sedang dirintis usaha perkebunan kapas secara massal di Sumbawa, Sunda, Lombok, dan Flores




04. Usaha-usaha Meningkatkan Hasil Pertanian

Usaha-usaha Meningkatkan Hasil Pertanian

1. Intensifikasi Pertanian

membajak sawah

Intensifikasi pertanian adalah pengolahan lahan pertanian yang ada dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakan berbagai sarana. Intensifikasi pertanian banyak dilakukan di Pulau Jawa dan Bali yang memiliki lahan pertanian sempit.

Pada awalnya intensifikasi pertanian ditempuh dengan program Panca Usaha Tani, yang kemudian dilanjutkan dengan program sapta usaha tani. Adapun sapta usaha tani dalam bidang pertanian meliputi kegiatan sebagai berikut :

  • Pengolahan tanah yang baik
  • Pengairan yang teratur
  • Pemilihan bibit unggul
  • Pemupukan
  • Pemberantasan hama dan penyakit tanaman
  • Pengolahan pasca panen
  • Pemasaran

pengairan yang teratur menyemprot hama

2. Ekstensifikasi Pertanian

lahan pertanian yang luas

Adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperluas lahan pertanian baru,misalnya membuka hutan dan semak belukar, daerah sekitar rawa-rawa, dan daerah pertanian yang belum dimanfatkan. Selain itu, ekstensifikasi juga dilakukan dengan membuka persawahan pasang surut.

Ekstensifikasi pertanian banyak dilakukan di daerah jarang penduduk seperti di luar Pulau Jawa, khususnya di beberapa daerah tujuan transmigrasi, seperti Sumatera, Kalimantan dan Irian Jaya.

3. Diversifikasi Pertanian

Adalah usaha penganekaragaman jenis usaha atau tanaman pertanian untuk menghindari ketergantungan pada salah satu hasil pertanian.
Diversifikasi pertanian dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

  • Memperbanyak jenis kegiatan pertanian, misalnya seorang petani selain bertani juga beternak ayam dan beternak ikan.
  • Memperbanyak jenis tanaman pada suatu lahan, misalnya pada suatu lahan selain ditanam jagung juga ditanam padi ladang.

4. Mekanisasi Pertanian

penggunaan mesin pertanian modern

Adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakan mesin-mesin pertanian modern. Mekanisasi pertanian banyak dilakukan di luar Pulau Jawa yang memiliki lahan pertanian luas. Pada program mekanisasi pertanian, tenaga manusia dan hewan bukan menjadi tenaga utama.

5. Rehabilitasi Pertanian

Adalah usaha memperbaiki lahan pertanian yang semula tidak produktif atau sudah tidak berproduksi menjadi lahan produktif atau mengganti tanaman yang sudah tidak produktif menjadi tanaman yang lebih produktif.
Sebagai tindak lanjut dari program-program tersebut, pemerintah menempuh langkah-langkah sebagai berikut:

  • Memperluas, memperbaiki dan memelihara jaringan irigasi yang meluas di seluruh wilayah Indonesia
  • Menyempurnakan sistem produksi pertanian pangan melalui penerapan berbagai paket program yang diawali dengan program Bimbingan Masal (Bimas) pada tahun 1970. Kemudian disusul dengan program Iintensifikasi Masal (Inmas), Intensifikasi Khusus (Insus) dan Supra Insus yang bertujuan meningkatkan produksi pangan secara berkesinambungan.
  • Membangun pabrik pupuk serta pabrik insektisida dan pestisida yang dilaksanakan untuk menunjang proses produksi pertanian.

Usaha-usaha meningkatkan hasil pertanian dapat dilakukan antara lain dengan cara :

  • Membangun gudang-gudang, pabrik penggilingan padi dan menetapkan harga dasar gabah
  • Memberikan berbagai subsidi dan insentif modal kepada para petani agar petani dapat meningkatkan produksi pertaniannya.
  • Menyempurnakan sistem kelembagaan usaha tani melalui pembentukan kelompok tani, dan Koperasi Unit Desa (KUD) di seluruh pelosok daerah yang bertujuan untuk memberikan motivasi produksi dan mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi para petani.

05. Latihan
06. Tes

Materi Pokok Geografi SMP Kelas VII

No comments:

Post a Comment